Rabu, 10 November 2010

The Last Song

Guys..
Tau kan sama miley cyrus ?

Udah tau dong kalau cyrus bermain dalam film THE LAST SONG , bersama pacarnya Liam  Hemsworth.

Sinopsis

Berbeda dengan A Walk To Remember, atau novel-novel Sparks lainnya, The Last Song sendiri memang dituliskan Sparks khusus untuk difilmkan dengan Miley Cyrus sebagai inspirasinya dalam menciptakan sang karakter utama. Setelah selesai ditulis, novel The Last Song akhirnya dirilis terlebih dahulu dan mendapat sambutan yang cukup bagus. Secara garis besar cerita, The Last Song adalah apa yang akan Anda dapatkan dalam setiap film-film hasil adaptasi novel Sparks: bernuansa lautan, para remaja pemberontak, dan… kanker. Cukup gampang ditebak, namun The Last Song harus diakui juga bukanlah sebuah karya yang buruk.
The Last Song, yang menjadi debut penyutradaraan bagi Julie Anne Robinson sekaligus menjadi kali pertama bagi Nicholas Sparks untuk duduk di kursi penulis naskah, menceritakan mengenai kepelikan hidup seorang remaja asal New York, Veronica ‘Ronnie’ Miller (Miley Cyrus). Sifat pemberontaknya terjadi bukan tanpa alasan. Ia melakukan hal tersebut karena sangat membenci perceraian yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, yang ditambah dengan kepindahan ayahnya, Steve (Greg Kinnear), ke Georgia tiga tahun lalu. Ronnie kini menolak untuk memainkan piano, satu hal yang dianggap ayahnya merupakan bakat terbesar Ronnie, serta menolak melanjutkan sekolahnya ke Juillard, yang sebenarnya telah ia impi-impikan semenjka kecil.
Kini, sang ibu, Kim (Kelly Preston), mengirimkan Ronnie dan adiknya, Jonah (Bobby Coleman), untuk menghabiskan liburan musim panas mereka bersama sang ayah di Georgia. Jelas saja hal ini menjadi lebih terasa bagaikan sebuah hukuman bagi Ronnie daripada sebuah liburan. ‘Perang dingin’ -nya dengan sang ayah juga membuat keadaan tak bertambah lebih baik, hingga akhirnya Ronnie bertemu dengan Will Blakelee (Liam Hemsworth), seorang pemuda tampan yang cukup populer di kalangan gadis-gadis di wilayah tersebut.
Secara perlahan, Ronnie mulai dapat merasakan keindahan musim panas bersama Will. Hubungannya dengan sang ayah juga secara perlahan mulai kembali mencair, yang juga dipicu oleh permintaan sang adik untuk memperlakukan sang ayah dengan lebih baik. Namun, permasalahan ternyata tidak lantas berhenti begitu saja. Hubungan Ronnie dan Will, yang merupakan anak dari keluarga terpandang di wilayah tersebut, ternyata tidak begitu disukai oleh kedua orangtua Will. Belum lagi ketika Ronnie mengetahui bahwa sang ayah menyimpan satu rahasia dari dirinya selama ini, yang membuat Ronnie menyesali segala perbuatannya dengan sang ayah.
Jika Cyrus menginginkan sebuah peran yang dapat menjauhkannya dari imej Hannah Montana yang selama ini sangat melekat dengan dirinya — dan telah membuatnya menjadi seorang jutawan muda — maka peran sebagai Ronnie Miller dapat melakukannya dengan cukup baik. Sebagai Ronnie, Cyrus diharuskan tampil kelam — hampir sekelam Kristen Stewart namun tidak pernah berhasil sampai ke titik tersebut — dan merupakan karakter yang pada awalnya akan tidak disukai oleh para penontonnya, namun secara perlahan (diharapkan) akan mencuri hati mereka. Cyrus harus diakui cukup berhasil melakukannya. Sebagai sebuah awal dari peran-peran dewasa di masa yang akan datang, apa yang ditunjukkan oleh Cyrus di The Last Song merupakan awal yang cukup menjanjikan.
Film ini, sayangnya, hanya memberikan waktu akting yang sangat sedikit untuk para pemeran seniornya, Greg Kinnear dan Kelly Preston. Preston malah hanya terlihat di awal dan akhir film dengan tanpa kesempatan untuk memberikan karakterisasi yang lebih dalam untuk perannya sebagai seorang ibu. Di sisi lain, Kinnear berhasil dengan baik memanfaatkan waktunya yang singkat, dan walau perannya tidak jauh berbeda dengan apa yang pernah ia tunjukkan di beberapa film sebelumnya, Kinnear terlihat nyaman dengan perannya sebagai seorang ayah yang walau menyimpan banyak derita namun berusaha tidak menunjukkannya di depan kedua anaknya. Ekspresi Kinnear-lah yang banyak memainkan peran tersebut.
Dua pemeran pendukung lainnya, Liam Hemsworth dan Bobby Coleman, memberikan kemampuan akting yang bagus. Walau Coleman dapat terkesan cukup mengesalkan di beberapa bagian, namun akting kedua aktor ini cukup layak untuk mendapatkan penilaian yang baik. Latar belakang cerita yang berada di sekitar wilayah lautan telah memberikan sisi positif tersendiri bagi film ini. Sinematografer, John Lindley, berhasil menangkap banyak gambar-gambar indah yang dapat sangat mendukung perasaan romantis yang sedang diberikan oleh jalan cerita film ini.
Sebagai sebuah film, The Last Song tidaklah buruk, walau tidak ada seorang pun yang akan secara terang-terangan menyebut film ini sebagai sebuah pencapaian yang memuaskan. The Last Song menyimpan jalan cerita yang familiar dengan film-film hasil adaptasi novel Sparks lainnya. Walau memiliki beberapa momen menyentuh di bagian akhir cerita film, secara keseluruhan, The Last Song gagal dalam memberikan sebuah sajian yang akan menyentuh para penontonnya, seperti yang dilakukan The Notebook, A Walk To Remember ataupun Dear John yang terlebih dahulu tayang di awal tahun ini.

Sahabat

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.


Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…


Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Jumat, 29 Oktober 2010

SUMPAH PEMUDA / Youth Pledge

The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926, but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia. In October 1928, the second Indonesian Youth Congress was held at three different locations. In the first session, the hope was expressed That the Congress Would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues. In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No., 126, on October 28 participants Heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman. The congress closed with a reading of the youth pledge.
Youth Pledge is authentic evidence that on 28 October 1928 the Indonesian nation was born, therefore it should have all the Indonesian people commemorate the momentum of 28 October as a day of birth of the Indonesian nation, the birth of the Indonesian nation is the fruit of the struggle of people oppressed for hundreds of years under the rule of colonialists at the time, conditions of oppression is what then encouraged the youth at that time to resolve to appoint Harkat and Dignity of People Living Indonesian Original, determination that is the commitment of the Indonesian people struggle to successfully achieve its independence 17 years later ie on 17 August 1945.

The formulation of the Youth Pledge was written Moehammad Yamin on a paper when Mr. Sunario, as a messenger of scouting the middle of a speech at the last session of Congress. Oath was originally read by Soegondo and then explained at length by Yamin.
Youth Pledge original version

    
First
    
We the sons and daughters of Indonesia, one who confesses blood bertoempah, Indonesian soil.
    
Kedoea
    
We the sons and daughters of Indonesia, who confesses one nation, the Indonesian nation.
    
Third
    
We the sons and daughters of Indonesia, mendjoendjoeng language of unity, the Indonesian language.
Youth Pledge Modified version of Spelling Yang:
    
First
    
Our sons and daughters of Indonesia, admitted that one bertumpah blood, the homeland of Indonesia.
    
Second
    
Our sons and daughters of Indonesia, admitted that one nation, the Indonesian nation.
    
Third
    
Our sons and daughters of Indonesia, uphold the national language, Indonesian.
Second Congress of Indonesian Youth
The idea of organizing the Second Youth Congress comes from the Student Association of Indonesian Students (GN), a youth organization which membered students from all over Indonesia. On the initiative GN, congresses held in three different buildings and divided in three meetings.
The first meeting, Saturday, October 27, 1928, in Building Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (Banteng Square now.) In his speech, chairman GN Sugondo Djojopuspito hope the conference will strengthen the spirit of unity in the hearts of youth. The event was followed by a description Moehammad Yamin on the meaning and relationship of unity with youth. According to him, there are five factors that can strengthen the unity of Indonesia, namely the history, languages, customary law, education, and willingness
The second meeting, Sunday, October 28, 1928, in Oost-Java Bioscoop Building, to discuss education issues. Second speaker, Poernomowoelan and Sarmidi Mangoensarkoro, argued that children should receive education nationality, must also be a balance between education at school and at home. Children also should be educated in a democratic manner.
At the closing meeting, on Clubgebouw Indonesische building on Jalan Raya Kramat 106, Sunario explain the importance of nationalism and democracy in addition to scouting movement. While Ramelan argues, the scouting movement can not be separated from the national movement. Scouting movement since the early to educate children and self-discipline, the things that are needed in the struggle.

Before the congress closed played the song "Indonesia Raya" by Wage Rudolf Supratman who played with the violin without poetry, on the advice Sugondo to Supratman. The song was greeted with a very lively by Congress participants. Congress was closed by announcing the formulation of the congress. By the youth in attendance, it is pronounced as an oath formula Faithful. Participants
 
Second Youth Congress participants come from various representatives of youth organizations that exist at the time, such as Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Bond Islamieten Jong, Sekar Pillars, GN, Youth The Betawi, etc.. Among them there were also some Chinese youth as an observer, namely Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok and Tjio Djien Kwie but until now unknown background organization that sent them. Meanwhile, Thiam Kwee Hiong was present as a representative of the Jong Sumatranen Bond. Initiated by the AR Baswedan arab descent youth in Indonesia, held a congress in Semarang and extol the Youth Pledge of Arab descent.
Building on Jalan Raya Kramat 106, recited the Pledge of Youth, is a lodging house for students and students belonging Sie Liong Kok
Building 106 was renovated Kramat Jakarta Government 3 April to 20 May 1973 and inaugurated Governor of DKI Jakarta, Ali Sadikin, on May 20, 1973 as a Youth Pledge Building. This building was re-inaugurated by President Soeharto on May 20, 1974. In the course of history, never managed the Youth Pledge Building Jakarta Government, and is currently managed by the Ministry of Culture and Tourism.

Rabu, 27 Oktober 2010

ALL ABOUT BUKITTINGGI

Motto: Saayun Salangkah
(Minangkabau: Same turn, same step)

Bukittinggi
Location of Bukittinggi in Indonesia
Coordinates: 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917Coordinates: 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917
Country Indonesia
Province West Sumatra
Area
 - Total 25.24 km2 (9.7 sq mi)
Elevation 930 m (3,051 ft)
Population (2000)
 - Total 91,983
 Density 3,644/km2 (9,437.9/sq mi)
Time zone WIB (UTC+7)
Website www.bukittinggikota.go.id
Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C.

History

Fort de Kock in 1826
The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace.[1]
The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock.[2] The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy.[3] In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population.[4] A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.[5]
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.[6]
Mosque in central Bukittinggi
During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.[7]
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity.[8] Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging and kissing.[9]

 Administration

Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are:
Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.

Transportation

Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.

Tourism

It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:
Sianok Canyon
  • Ngarai Sianok (Sianok Canyon)
  • Lobang Jepang (Japanese Caves) - a network of underground bunkers & tunnels built by the Japanese during World War II
  • Jam Gadang - a large clock tower built by the Dutch in 1926.
  • Pasar Atas and Pasar Bawah - traditional markets in downtown.
  • Taman Bundo Kanduang park. The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh pedestrian overpass.
  • Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) - the house where Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum. [10]
Notable nearby destinations include Lake Maninjau and the Harau Valley.

Kamis, 07 Oktober 2010

Macam-macam topologi jaringan komputer

MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN


Topologi Bus

bus

bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bus

Topologi Star/Bintang

star

star

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan

* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan

* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bintang

Topologi Ring/Cincin

ring

ring

Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_cincin

Topologi Mesh

mesh

mesh

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_mesh

Topologi Tree

tree

tree

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_pohon

Topologi Linier

linier

linier

Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.

Tipe konektornya terdiri dari

1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :

* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_linier